
Dengan kembalinya vokalis
Krisyanto, semua pihak yang mendukung nampak optimis.
Log Zhelebour sang produser sekaligus promotor mengatakan,
Jamrud tanpa
Krisyanto bukanlah apa-apa (tidak mengapa), tapi dengan kembalinya vokalis yang terkenal karena kaca mata hitam dan suara melengkingnya itu
JAMRUD kembali memiliki kekuatan besar.
Hal serupa juga dikatakan sang gitaris sekaligus leader Jamrud , Azis MS. Menurut pencipta hampir seluruh lagu Jamrud ini, ia kembali bersemangat dengan mampu menciptakan lagu-lagu yang dijamin bakal mengejutkan. Ia pun mengaku, jika lagu ciptaannnya memang cuma cocok dibawakan oleh Krisyanto seorang, karena memang sudah nge-klop.
Berbicara tentang vokalis sebelumnya yang sempat menggantikan Krisyanto, bernama Donal, pihak Jamrud menjelaskan dengan berat hati Donal harus dikesampingkan dulu. Ini semua tak terlepas dari kenyataan bisnis. Dan ketika merekrut Donal, Jamrud hanya ingin mempertahankan eksistensi mereka. Tapi selama 4 tahun berjalan, tidak menuai hasil sesuai harapan. Lagu Ciaat (2012) ciptaan Aziz MS, bercerita untuk mengkritik boyband dan girlband. Inspirasinya sendiri berawal ketidak sukaan sang gitarsi terhadap grup vokal tersebut. Tapi ditekankan oleh Azis, mengkritik bukan berarti membenci.
Sebelum menjadi Jamrud, formasi awal group band cadas ini masih bernama Jamrock terdiri dari 'Azis' Mangasi Siagian (gitar), 'Ricky' Teddy (bass), Agus (drum) dan Oppi (vokal). Grup ini beberapa kali mengalami pergantian personil, Budhy Haryono, mantan pemain drum Gigi juga pernah bergabung dengan Jamrock.
Selain itu, Azis pernah turut andil dalam penggarapan album penyanyi Nicky Astria, dan sempat berkolaborasi musik dengan musisi kelas dunia seperti White Lion dan Helloween.
Kilas Biografi
Azis Mangasi Siagian atau yang diakrab disapa
Azis adalah Gitaris dari band cadas yang terbentuk pada tahun 1989,
Jamrud . Pria kelahiran Cimahi, 26 Juli 1968 ini menjual musiknya dengan meramu musik trash metal dengan lirik-lirik lagu yang kocak dan sedikit vulgar.
Suami dari
Dian Firdianie ini, sejak remaja sudah mulai mengenal musik, musisi yang satu ini memang sudah terpengaruh dengan musik-musik keras. Dia juga sempat membentuk band
Jam Rock, yang merupakan cikal bakal band
Jamrud yang terkenal hingga kini. Andilnya dalam band ini memang bisa dianggap paling besar di antara personel
Jamrud lainnya.
Aziz Mangasi Siagian memulai langkah di panggung musik keras bersama
Jamrock, band yang ia bentuk. Satu tahun melanglang buana, melompat dari satu panggung ke panggung lain dalam berbagai perhelatan yang ketika itu marak di kota Bandung, band ini mulai dikenal. Lima tahun berselang, setelah
Jamrock mengukir nama sebagai band rock papan atas di Bandung,
Aziz memberanikan diri mendatangi
Log Zhelebour, produser musik-musik cadas yang sudah mengorbitkan begitu banyak band.
Log menyambut baik upaya
Aziz. Ia siap mengorbitkan dengan beberapa catatan. Satu di antaranya membuat lagu-lagu sendiri dengan karakteristik yang tak pernah ada dalam khasanah musik Indonesia sebelumnya.
Aziz Mangasi Siagian, yang kemudian kerap menyingkat namanya sebagai
Aziz MS, bersepakat dengan
Log. Maka bersama
Ricky Teddy (bass),
Krisyanto (vokal),
Fitrah Alamsyah (gitar),
Sandy' Handoko (drum),
Jamrud merilis album anyar mereka yang menggemparkan,
Nekad (1996). Menurut
Aziz, ini merupakan formasi tersolid.
Jamrud terus menuai sukses hingga mencapai puncak pada album mereka yang rilis tahun 2000,
Ningrat. Tapi setelah itu, mereka mulai mengalami penurunan hingga akhirnya
Krisyanto hengkang.
Jamrud terguncang karena sebelumnya, mereka sudah kehilangan dua personel, yakni
Sandy Handoko dan
Fitrah Alamsyah, meninggal karena overdosis obat-obatan terlarang.
Aziz MS, sebagai frontman, melewati masa-masa krisis bersama
Jamrud, setelah
Krisyanto keluar, sepertinya
Jamrud mencoba keluar dari gaya terdahulu. Satu di antara parameternya adalah konsep dua vokalis.
Jamrud dulu adalah band yang memainkan musik metal, hard rock, bahkan punk rock. Sampai sekarang aliran itu masih ia mainkan. Namun memang, dua vokalis ini memberikan warna baru. Ia banyak bermain di nada-nada tinggi. Selain
Iwan (Vox), Ia juga banyak memposisikan diri sebagai backing vocalnya
Donal (Jaja Amdonal, vokalis utama
Jamrud).
Aziz adalah satu personel yang paling setia dengan
Jamrud. Sempat mengalami pergantian personel, namun ayah tiga anak ini masih setia menghidupkan band rock ini. Pernah Ditinggal vokalisnya,
Krisyanto, justru semakin meningkatkan semangatnya untuk memajukan
Jamrud.
Kini Jamrud sudah bersama lagi dengan Krisyanto yang membuat
Jamrud semakin gagah